29/04/2021

New Born Baby Pray In Indonesia

28/04/2021

History of BRI Bank in Indonesia



Bank Rakyat Indonesia (BRI) is one of the largest state-owned banks in Indonesia.

Initially, Bank Rakyat Indonesia (BRI) was founded in Purwokerto, Central Java by Raden Bei Aria Wirjaatmadja under the name De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden or "Aid and Deposits Bank Owned by Priyayi Purwokerto".

A financial institution that serves people of Indonesian nationality (pribumi). The institution was established on December 16, 1895, which was later used as the birthday of BRI.

In the period after Indonesian independence, based on Government Regulation no. 1 of 1946 Article 1 states that BRI is the first Government Bank in the Republic of Indonesia.

During the war to defend independence in 1948, BRI's activities were temporarily suspended and only started to reactivate after the Renville agreement in 1949 by changing its name to Bank Rakyat Indonesia United.

At that time through PERPU No. 41 in 1960 the Farmers and Fishermen Cooperative Bank (BKTN) was formed, which was a merger of BRI, Bank Tani Nelayan and Nederlandsche Maatschappij (NHM).

Then based on Presidential Decree (Penpres) No. 9 of 1965, BKTN was integrated into Bank Indonesia under the name Bank Indonesia Urusan Tani and Nelayan Cooperative.

After running for a month, out of Penpres No. 17 of 1965 concerning the formation of a single bank under the name Bank Negara Indonesia.

In this new regulation, Bank Indonesia Affairs for Cooperatives, Farmers and Fishermen (ex BKTN) was integrated with the name Bank Negara Indonesia unit II for the Rural sector, while NHM became Bank Negara Indonesia unit II in the Export Import (Exim) sector.

Based on Law No. 14 of 1967 concerning Basic Banking Law and Law No. 13 of 1968 concerning the Central Bank Act.

In essence, restoring the function of Bank Indonesia as the Central Bank and Bank Negara Indonesia Unit II for the Rular and Export-Import Sector, respectively, were separated into two banks, namely Bank Rakyat Indonesia and the Indonesian Export-Import Bank.

Furthermore, based on Law no. 21 of 1968 re-established BRI's main tasks as a commercial bank.

Since August 1, 1992 based on Banking Law No. 7 of 1992 and Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 21 of 1992 BRI status changed to a limited liability company.

The ownership of BRI at that time was still 100% in the hands of the Government of the Republic of Indonesia. In 2003, the Government of Indonesia decided to sell 30% of the bank's shares.

So that it becomes a public company with the official name PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Which is still in use today.

Sejarah Bank BRI Di Indonesia


Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia.

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto".

Suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia.

Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.

Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). 

Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia.

Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral.

Yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia.

Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.

Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini.

Sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

27/04/2021

Recipes And How To Make Klepon (Indonesian Food).


Source: Cr @vitakwee.

Ingredients: 
- 250 grams of glutinous rice flour - 50 grams of rice flour 
- 250 ml of boiled water (I use pandanus leaf juice, and put a little pandan paste, mix well).
- 1/4 teaspoon salt - 1 teaspoon whiting water, I add it to thicken the klepon. 

Stuffing: 
- 100 grm of fine combed brown sugar - For Baluran, namely grated coconut, pandan leaves and salt to taste.
- Steamed 
- Set aside.

How to make: 
- Mix all the ingredients and mix well, knead until you can roll it, take a little dough, flatten it and then add the brown sugar filling and make it round.
- Put it in boiling water until it floats, remove and drain for a while then roll it into grated coconut.
- Ready to serve.

Resep Dan Cara Buat Klepon


Sumber : Cr @vitakwee

Bahan :

- 250 grm tepung ketan
- 50 grm tepung beras
- 250 ml air matang (saya pakai jus daun pandan,dan beri sedikit pasta pandan, aduk rata).
- 1/4 sdt garam
- 1sdt air kapur sirih, saya tambahkan buat mengenyalkan klepon

Isian :

- 100 grm gula merah sisir halus
- Untuk Baluran yaitu kelapa parut,daun pandan dan garam secukupnya. 
- Kukus
- Sisihkan

Cara membuat :

- Campur semua bahan dan aduk hingga rata,uleni hingga bisa dipulung,ambil sedikit adonan pipihkan lalu di beri isian gula merah dan bulatkan.

- Masukan ke dalam air mendidih hingga mengapung,angkat dan tiriskan sebentar lalu gulingkan ke dalam kelapa parut.

- Siap untuk di sajikan.